MELIHAT DENGAN OBJEKTIF

Matius 12:22-32


Pernahkah kita berada dalam kondisi meragukan kebaikan yang kita terima? Misalnya, seseorang melakukan kebaikan kepada kita, tetapi kita justru curiga dan menganggap bahwa itu bukanlah kebaikan. Atau ketika kita sudah memiliki perasaan tidak suka terhadap seseorang, saat orang tersebut melakukan sesuatu yang baik, kita malah menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak baik.

Hal seperti itu juga terjadi pada orang Farisi. Sejak awal, orang Farisi sudah berprasangka buruk terhadap Yesus, sehingga mereka selalu mencela apa yang dilakukan oleh Yesus. Saat Yesus menyembuhkan orang buta dan bisu yang kerasukan, mereka menganggap hal itu sebagai pekerjaan Be’elzebul (pemimpin setan). Orang Farisi tidak lagi mampu memaknai dengan baik dan melihat secara objektif mukjizat yang dilakukan oleh Yesus.

Di tengah kehidupan kita, kita mungkin pernah memiliki rasa tidak suka terhadap seseorang. Jika kita tidak dapat mengendalikan ketidaksukaan tersebut, tidak menutup kemungkinan kita akan berlaku seperti orang Farisi: menjadi orang yang berprasangka buruk dan tidak mampu melihat secara objektif kebaikan dari orang yang tidak kita sukai. Kita bahkan mungkin tidak mampu menghargai kebaikan yang dilakukan orang lain, terlebih jika kita tidak menyukai mereka. Mari belajar melihat secara objektif, sehingga perasaan kita tidak menjadi penghalang untuk melihat kebaikan dengan jernih. (Wasiat)

REFLEKSI:
Bebaskanlah diri dari perasaan tidak suka, dengan demikian kita dapat belajar menghargai setiap kebaikan.

Share this Post