BUKAN ASAL SELESAI
Matius 9:14-17
Kemungkinan besar, tidak banyak di antara kita yang akan menambalkan kain baru pada baju lama yang robek. Cara ini tidak praktis dan cukup merepotkan. Lebih mungkin, kita akan langsung menggantinya dengan baju yang baru. Lebih mudah dan lebih cepat, bukan?
Orang-orang pada masa Tuhan Yesus juga ingin menyelesaikan masalah dengan cara yang semudahmudahnya dan secepat-cepatnya. Itulah yang terjadi ketika mereka menambalkan secarik kain baru pada baju lama yang robek. Dalam waktu singkat, robekan tersebut memang tertutupi. Beres, bukan? Betul. Namun, tanpa disadari, ternyata pilihan tindakan tersebut justru melahirkan masalah baru, yaitu kain penambal yang baru—karena lebih kuat daripada baju yang lama—memunculkan robekan lain. Waduh. Awalnya ingin menghemat waktu, malah membutuhkan waktu lebih banyak untuk mengatasi masalah.
Sebenarnya, tidak salah jika kita ingin menyelesaikan masalah secepat-cepatnya dengan cara semudah-mudahnya, bahkan mungkin juga dengan biaya semurah-murahnya. Namun, keinginan ini mesti dibarengi dengan kesediaan memeriksa masalah yang terjadi secara sejelas-jelasnya, agar penyelesaian yang diambil tidak memunculkan masalah baru yang justru menghabiskan lebih banyak waktu, tenaga, dan biaya. Menyimak peringatan Tuhan Yesus, kita diajak untuk lebih teliti dan telaten, sehingga setiap persoalan dapat terselesaikan dengan sebaik-baiknya. (Wasiat)
REFLEKSI: Kita harus teliti dan berhati-hati agar masalah bisa selesai dan tidak muncul lagi dalam bentuk yang berbeda.