MERESPONS KASIH TUHAN

Mazmur 116:1-4, 12–19


Rasa syukur bukan hanya tentang mengucapkan terima kasih, tetapi juga bagaimana kita merespons kasih yang kita terima. Ucapan syukur bukan sekadar berkaitan dengan materi atau keadaan baik yang kita terima dari Tuhan, melainkan juga tentang hati yang sadar akan kebaikan Tuhan dan memilih untuk merespons dengan kasih serta kesetiaan kepada-Nya.

Pemazmur dalam bacaan hari ini menyatakan rasa syukurnya karena TUHAN telah mendengarkan suara permohonannya    dan   menolongnya                      dari berbagai persoalan hidup yang dihadapinya. Bagi pemazmur, TUHAN bukanlah pribadi yang jauh, melainkan dekat dan peduli pada umat-Nya. Sebagai respons atas kasih TUHAN, pemazmur bertanya, “Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku?” Jawabannya ialah hidup penuh ucapan syukur, memuji nama TUHAN, menepati janji kepada TUHAN, dan hidup sepenuhnya untuk TUHAN. Pemazmur mengajarkan kepada kita bahwa ucapan syukur yang sejati bukan hanya melalui kata-kata, melainkan juga lewat hidup yang memuliakan nama-Nya. Bagaimana dengan kita? Kasih Tuhan selalu baru setiap pagi bagi kita. Tuhan selalu mendengarkan keluhan kita dan mencukupkan apa yang kita butuhkan dalam hidup ini. Mari kita merespons-Nya dengan hidup yang berkenan, penuh ucapan syukur, dan kesetiaan kepada-Nya. (Wasiat)

 

 

DOA:

Tuhan, ajarlah kami untuk selalu bersyukur dan mengingat semua kebaikan-Mu dalam hidup kami. Amin.

Share this Post