MENGHARGAI PROSES
Keluaran 12:29-42
Kita hidup di dunia yang menawarkan segala sesuatu serba cepat. Instan. Semakin cepat sesuatu, semakin tinggi pula nilai jualnya. Keahlian pun dijual dengan iming-iming dapat diperoleh dalam waktu singkat. Tanpa kita sadari, akhirnya kita dibentuk menjadi manusia yang menginginkan segala sesuatu serba cepat. Kita menjadi orang-orang yang kurang sabar. Kali ini kita membaca perikop yang berbicara tentang tulah ke-10, yaitu kematian anak sulung dari bangsa Mesir. Tulah ini merupakan tulah terakhir, dan pada akhirnya, setelah 430 tahun orang Israel tinggal di Mesir, mereka dapat keluar dan berjalan menuju Tanah Perjanjian. Menarik untuk mencermati bagaimana TUHAN tidak menempuh jalan instan untuk mengeluarkan bangsa Israel. TUHAN memberikan tulah-tulah kepada bangsa Mesir. TUHAN menyatakan karya-Nya melalui seluruh proses tersebut. Keluarnya bangsa Israel melewati sebuah proses yang panjang. TUHAN memakai Musa untuk bernegosiasi dengan Firaun. TUHAN memberikan tulah tulah kepada bangsa Mesir. TUHAN tidak membebaskan bangsa Israel dengan cara yang cepat. TUHAN memberi waktu untuk berproses, tidak instan. Di tengah dunia yang menggiring kita untuk terbiasa pada hal yang serba instan dan lebih berorientasi pada hasil, mari kita belajar untuk tidak hanya terpaku pada durasi yang singkat. Mari kita belajar memberi ruang dan menghargai proses. (Wasiat)
REFLEKSI: Hargailah setiap proses, jangan hanya mau cepat. Sabar dan belajarlah menikmati proses. Jangan buru-buru.