KEAJAIBAN ALLAH DALAM DIRIKU

Mazmur 139:13-18


Pagi itu, Geybie menyuapi putrinya, Holly. Ia memerhatikan setiap detail wajah mungil Holly—senyumnya, tawa renyahnya, bahkan rengekan kecilnya saat menolak makan sayur. Perasaan haru tiba-tiba menyelimuti hatinya. Bukan sekadar ikatan ibu dan anak, tetapi kesadaran bahwa Holly, seperti setiap manusia di dunia ini adalah sebuah keajaiban. Ia merenung, apakah setiap orang benar-benar menyadari betapa berharganya dirinya? Betapa setiap hembusan napas mengarah pada tujuan mulia kehidupan. Dalam doanya, pemazmur bersyukur kepada Allah karena menemukan makna mulia dari kehadiran setiap insan. Ada jejak-jejak ilahi dalam penciptaan manusia. Setiap manusia berharga dan layak dihormati hak-hak hidupnya. Hidup bukan sekadar kebetulan; nilainya berasal dari Allah sendiri. Setiap pribadi berharga, bahkan sejak dalam kandungan, dan memiliki tujuan serta rencana Allah. Keunikan setiap pribadi adalah anugerah yang harus disyukuri.

Waspadalah agar tidak merendahkan diri sendiri maupun orang lain. Sebagai ciptaan ajaib dari Allah, tubuh dan jiwa harus dirawat. Percayakan masa depan kepada Allah yang menenun hidup kita. Hormati setiap pribadi sebagai bentuk penghormatan kepada Allah, dan pedulikan mereka yang dilupakan atau dihina dunia dengan kepedulian ilahi. Dengan kuasa Roh Kudus, kita dikuatkan bahwa Allah menyertai—hadir sejak awal dan sepanjang hidup. Kasih-Nya setia sampai akhir. (Wasiat)

REFLEKSI: Apa bukti dari keajaiban Allah yang hadir dalam diri kita?

Share this Post