BERKATALAH BENAR, JANGAN TAKUT
Markus 11:27-33
Lagu I Have Decided to Follow Jesus bercerita tentang iman seorang bernama Nokseng yang tinggal di Assam, India. Keluarga Nokseng adalah keluarga pertama yang menerima Yesus. Hal ini mendorong keluarga-keluarga lain untuk memutuskan menjadi orang Kristen. Kejadian ini menimbulkan kemarahan kepala suku. Ia memanggil seluruh warga untuk berkumpul. Di sana, ia mengancam Nokseng dan keluarganya serta memaksa mereka untuk berhenti menjadi Kristen. Namun, Nokseng tidak takut. Dengan lantang, ia berkata, “I have decided to follow Jesus.” Ia sudah memutuskan untuk mengikut Yesus. Ia tetap teguh dan tidak gentar. Segala konsekuensi dihadapinya, sekalipun ia harus mati karena imannya.
Imam-imam kepala, ahli Taurat, dan tua-tua bertanya kepada Yesus tentang diri-Nya dan tentang Yohanes Pembaptis. Namun, Yesus justru berbalik bertanya kepada mereka mengenai identitas Yohanes Pembaptis. Mereka tidak berani menjawab karena takut kepada orang banyak.
Saat kita membiarkan diri dikuasai ketakutan, kita tidak akan mampu mengungkapkan kebenaran. Kita harus belajar berani mengatakan apa yang benar. Kita tidak boleh terjebak pada sikap takut terhadap orang lain, keinginan untuk selalu diterima, atau ketakutan kehilangan sesuatu dalam diri kita. Mari terus belajar menjadi pribadi yang berani, apa pun risikonya. Belajarlah untuk menyuarakan kebenaran dengan pimpinan Roh Kudus. (Wasiat)
REFLEKSI: Janganlah takut mengatakan hal yang benar, apa pun risikonya.