SAHABAT DALAM PERJALANAN
Lukas 24:13–35
“Sahabat sejati berjalan masuk ketika seluruh dunia berjalan
keluar.” Pernyataan ini mengingatkan kita bahwa
sahabat sejati hadir bukan hanya dalam suka, tetapi terutama ketika kita berada
dalam duka. Dalam kehidupan, kita tidak selalu berada dalam situasi yang
menyenangkan. Ada saatnya kita kecewa, frustrasi, bahkan kehilangan arah dan
tujuan hidup. Pada saat inilah kehadiran seorang sahabat menjadi penghiburan
terbesar bagi kita.
Lukas 24:13–35 bercerita tentang dua orang murid yang berjalan ke Emaus dengan hati yang sedih dan kecewa. Harapan mereka lenyap setelah kematian Yesus. Di perjalanan itu, Yesus mendekat dan berjalan bersama mereka, tetapi mereka tidak mengenali-Nya. Yesus tidak langsung memperkenalkan diri, melainkan bertanya dan mendengarkan apa yang menjadi keluh kesah mereka. Yesus hadir sebagai sahabat sejati. Ia tidak menghakimi atau menyalahkan mereka, tetapi menuntun dan meneguhkan iman mereka. Pada saat perjamuan makan, mata mereka terbuka dan mereka menyadari bahwa yang selama ini berjalan bersama mereka adalah Yesus sendiri. Kisah ini mengajarkan bahwa Yesus adalah sahabat sejati bagi kita, meskipun kita tidak selalu menyadarinya. Ia hadir untuk menyertai dan meneguhkan kita dalam menjalani kehidupan. Mari kita juga menjadi sahabat sejati bagi sesama dalam perjalanan hidup mereka. (Wasiat)
DOA:
Tuhan, mampukan kami untuk menjadi sahabat sejati bagi sesama dalam perjalanan kehidupan mereka. Amin.