MEMULIAKAN ALLAH
Yohanes 7:14-31, 37-39
Soli Deo Gloria! Kemuliaan hanya bagi Allah. Ungkapan ini sudah
akrab bagi kita. Namun, terkadang
ia hanya menjadi slogan—manis diucapkan, tetapi
tidak terwujud dalam tindakan. Pementingan
diri dan manipulasi kerap dilakukan. Nama Tuhan dibawa-bawa, tetapi
kemuliaan-Nya “dicuri” demi
diri sendiri.
Yesus Kristus mengingatkan hal itu dengan gamblang di hadapan para pemuka Yahudi.
Mereka heran dengan apa
yang dilakukan-Nya. Pengetahuan Yesus sangat
memukau mereka. Namun, Yesus tidak manipulatif. Ia mengatakan dengan
jujur bahwa ajaran-Nya berasal dari Bapa yang mengutus-Nya. Yesus tidak menepuk dada di hadapan para pemuka Yahudi.
Anehnya, para pemuka
itu justru berpikir Yesus kerasukan setan dan
berusaha membunuh-Nya. Mereka merasa terhina dengan apa yang Yesus lakukan. Hal ini
membuktikan bahwa yang mereka muliakan bukanlah Tuhan, melainkan diri mereka
sendiri. Mereka telah “mencuri” kemuliaan Tuhan.
Sahabat, janganlah bersikap
manipulatif! Kristus mengajarkan serta memberikan teladan untuk hidup dan melayani dengan jujur dan tulus.
Allah di dalam Kristuslah yang harus dimuliakan dalam segala sesuatu yang kita
lakukan. Jika kita menjadi pemuka, maka kita harus menunjuk kepada Kristus,
bukan kepada diri sendiri.
Kalaupun kita bukan pemuka, Kristus
tetaplah yang harus kita muliakan dalam segala sesuatu
yang kita lakukan. (Wasiat)
REFLEKSI:
Muliakan Allah bukan hanya dengan kata. Kata bisa manipulatif! Muliakanlah Tuhan dengan perilaku yang jujur dan tulus.