MEMUJI TUHAN DI WAKTU MALAM
Mazmur 134
Kesetiaan sejati tidak hanya bersinar
di siang hari, tetapi juga tetap menyala
di tengah malam. Memuji
dan melayani Tuhan bukan hanya dilakukan pada siang hari, yaitu ketika
segalanya dalam hidup berjalan lancar, nyaman, dan jelas arah yang akan kita
tuju, melainkan juga pada saat gelap menyelimuti kehidupan kita: saat doa belum
terjawab, saat merasa sendiri, dan ketika arah tujuan hidup tidak terlihat
dengan jelas.
Mazmur 134 merupakan bagian
dari mazmur ziarah yang dinyanyikan para peziarah yang datang ke Yerusalem.
Mazmur ini berisi seruan agar dalam perziarahan itu para imam dan hamba
TUHAN terus memuji TUHAN, bahkan pada waktu malam. Waktu malam sering kali
menjadi simbol rasa kesepian, keletihan dalam hidup, masa sulit dan penuh
pergumulan, serta ketidakjelasan akan hari esok. Memuji TUHAN bukan hanya
dilakukan ketika semuanya berjalan baik dan lancar sebagaimana yang kita harapkan, tetapi juga ketika
kehidupan terasa gelap. Kesetiaan memuji TUHAN di saat gelap menunjukkan
pengharapan yang teguh dan tidak goyah kepada-Nya.
Di tengah ziarah kehidupan,
marilah kita belajar untuk tetap memuji Tuhan, seperti ajakan pemazmur. Memuji
Tuhan bukan hanya ketika terang bersinar, tetapi juga di tengah malam yang
penuh kesunyian dan pergumulan. Dia adalah Allah yang mendengar dan akan
menolong kita. (Wasiat)
DOA:
Tuhan, mampukan kami untuk memuji-Mu di sepanjang ziarah kehidupan yang kami jalani. Amin.