MERINDUKAN ALLAH

Mazmur 63:1-8


“Jika tidak berjumpa, rasanya ada yang kosong dalam hidup ini. Berpisah walau sebentar terasa sangat lama. Rindu ini seperti tak tertahankan. Rasanya ingin selalu bersama.” Saudara, pernahkah Anda memiliki perasaan seperti itu? Umumnya, dalam situasi apa perasaan itu muncul? Ya, betul—ketika kita sedang jatuh cinta.

Dalam Mazmur 63, pemazmur mengungkapkan kerinduannya kepada Allah. Cintanya kepada Allah mendorong dia untuk menjadikan Allah sebagai yang terutama. Allah menjadi prioritas utama bagi pemazmur. Hal itu tampak dari ungkapannya: “…pagi-pagi aku mencari Engkau.” Apa yang pertama kita cari ketika memasuki hari yang baru? Bagi pemazmur, Allah adalah Sumber Hidup sejati. “Jiwaku haus kepada-Mu,” demikian seruan pemazmur. Menurut ilmu kedokteran, tanpa asupan makanan manusia dapat bertahan hidup hingga satu bulan, bahkan sampai dua bulan. Namun, tanpa minum, manusia hanya dapat bertahan tiga sampai empat hari. Hanya di dalam Allah dapat ditemukan Air Hidup yang memuaskan dahaga jiwa. Tanpa kehadiran Allah dalam hidupnya, pemazmur menjadi letih, seperti tanah yang kering dan kehausan, tanpa air.

Ketika seseorang sungguh-sungguh mengalami perjumpaan dengan Allah dan merasakan kasih-Nya, hati dan pikirannya akan dipenuhi kerinduan untuk terus mencari Allah. Setiap hari akan selalu rindu berjumpa dengan-Nya. Tiada hari tanpa kehadiran Allah. (Wasiat)

DOA: Bapa di surga, mampukan kami untuk terus menumbuhkan dan merawat kerinduan akan diri-Mu. Amin.

Share this Post