APA YANG ENGKAU KEHENDAKI?
Matius 20:17–28
Kebesaran sejati tidak terletak pada kuasa atau posisi yang kita
pegang, melainkan pada pelayanan yang kita berikan dengan kerendahan hati dan
cinta kasih yang tulus. Nilai hidup seseorang tidak diukur dari jabatan atau pengaruhnya, melainkan dari seberapa
besar kerelaannya untuk
melayani orang lain.
Pertanyaan Yesus kepada ibu
anak-anak Zebedeus tampak sederhana: “Apa yang engkau kehendaki?” Namun, pertanyaan
ini menyelidik hati, memaksa mereka memeriksa
motivasi di balik permintaan tersebut. Yesus tahu bahwa di
balik permintaan itu tersembunyi ambisi pribadi, keinginan
akan posisi dan kuasa, bukan pemahaman tentang pelayanan seperti yang
dikehendaki-Nya. Yesus tidak menegur dengan marah, melainkan mengajak dia untuk
melihat bahwa kemuliaan dalam Kerajaan Allah bukan berasal dari posisi tinggi,
melainkan dari kerendahan hati dan kesediaan melayani. “Siapa saja yang ingin
menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu” (ayat 26). Bagi
Yesus, duduk di sisi-Nya bukanlah soal posisi,
melainkan tentang bagaimana berpartisipasi dalam
pelaksanaan misi-Nya.
Mari kita bertanya kepada
diri sendiri: Apakah saya mencari kehormatan atau melayani dengan kasih? Sebab
dalam pelayananlah kita menemukan arti kebesaran yang sesungguhnya. Siapa yang ingin menjadi besar, hendaklah
ia menjadi hamba bagi semua. (Wasiat)
DOA:
Tuhan, ajar kami untuk mengikut Engkau bukan demi kemuliaan diri, melainkan untuk menjadi pelayan bagi sesama. Amin.