SELF TALK
Mazmur 42
Seorang ibu bekerja di kota, meninggalkan keluarganya di kampung. Ia bekerja dengan giat dan menahan segala rindu kepada anaknya. Saat kesulitan menerpa, ia tetap bertahan, dan kerinduan untuk segera berjumpa dengan anaknya membuatnya tidak kehilangan harapan serta terus bertahan. Ia rela menghadapi semua tantangan demi dapat bertemu kembali dengan anaknya.
Pemazmur, di tengah kesulitan hidupnya, merasakan kerinduan yang luar biasa kepada TUHAN. Ia begitu rindu akan kehadiran TUHAN di tengah air mata dan kesesakan yang dialaminya. Ia berdialog dengan dirinya sendiri dan mengingatkan dirinya untuk tidak tertekan dan putus asa, melainkan terus berharap kepada Allah yang hidup. Pemazmur tahu kepada siapa ia berharap. Menarik untuk mencermati bagaimana pemazmur berdialog dan menguatkan dirinya. Dialog pemazmur dengan dirinya sendiri adalah dialog yang positif.
Di tengah perjalanan hidup ini, kita juga perlu berdialog dengan diri sendiri. Dalam dialog tersebut, ingatkan diri sendiri untuk terus merindukan Allah, dan dalam kerinduan itu kita tetap berharap kepada-Nya. Jangan putus asa, jangan terus tertekan. Berharaplah terus kepada Tuhan. Rindulah terus kepada Tuhan sehingga dalam kerinduan itu kita terus berharap, dan pengharapan tersebut menimbulkan daya juang dalam diri kita, yang memampukan kita untuk bertahan. (Wasiat)
REFLEKSI: Katakan kepada diri kita masing-masing untuk tidak berputus asa dan selalu berharap kepada Tuhan.