RESTART ROHANI
Kejadian 35:1-4
Seorang pemuda menatap laptopnya. Layarnya gelap. Ia sudah mencoba berbagai cara, tetapi sistemnya macet. Akhirnya, dengan napas dalam, ia menekan tombol restart. Ada jeda. Saat layar menyala kembali, semuanya mulai normal. Ia tidak kehilangan datanya, hanya butuh memulai ulang. Hidup kita kadang seperti itu, terjebak di titik macet. Entah karena dosa, kegagalan, atau rutinitas yang hambar.
Dalam Kejadian 35, Allah menyuruh Yakub kembali ke Betel, tempat perjumpaan pertamanya dengan TUHAN. Betel bukan hanya tempat geografis, melainkan tempat pemulihan rohani. Yakub berkata, “Marilah kita bersiap dan pergi ke Betel. Aku akan membuat mezbah di sana bagi ALLAH yang telah menjawab aku pada masa kesesakanku dan yang telah menyertai aku di jalan yang kutempuh.” Ini adalah momen restart. Betel adalah titik awal perjumpaan. Yakub mengajak keluarganya untuk meninggalkan ilah asing, menyucikan diri, dan kembali menyembah TUHAN yang benar. Ia memulai ulang perjalanan iman bersama TUHAN dengan pertobatan dan iman yang diperbarui.
Setiap orang beriman butuh “Betel”, yaitu melakukan restart atau memulai ulang kehidupan bersama Tuhan. Betel adalah keputusan untuk kembali kepada Tuhan yang tak pernah meninggalkan kita. Kembali ke Betel bukan berarti mundur ke masa lalu, tapi melangkah dengan iman yang diperbarui. Percayalah, Tuhan selalu siap menyambut kita dengan kasih-Nya. (Wasiat)
DOA: Ya Tuhan, bawa kami kembali ke hadirat-Mu. Perbarui iman kami agar kami setia hidup menyembah-Mu. Amin.