KASIH KARUNIA YANG MENOBATKAN
Yehezkiel 33:10-16
Bertobat berarti berbalik
dari jalan yang salah dan hidup di jalan
yang benar. Bertobat
juga berarti berbalik
dari hidup yang membelakangi Tuhan untuk kemudian hidup dengan
jujur di hadapan-Nya. Jika sebelumnya seseorang
memiliki kebiasaan manipulatif dan hidup dalam kebohongan, maka bertobat
berarti mau hidup di jalan yang lurus.
TUHAN menghendaki pertobatan
umat-Nya. Nabi Yehezkiel menyampaikan pesan tersebut kepada umat Israel. Allah
tidak menghendaki kematian orang fasik, melainkan pertobatan mereka. Pesan ini
disampaikan Yehezkiel untuk mengingatkan bahwa hidup adalah anugerah. Sebab,
sebaik apa pun manusia, ia tetap dapat berbuat
salah. Sebaliknya, sejahat
apa pun manusia, ia pun masih
dapat melakukan kebaikan. Bukan karena kebaikan seseorang lalu ia diselamatkan,
dan bukan pula karena kejahatan lalu ia ditimpa kemalangan. Namun, Allah
menghendaki perubahan. Allah
mau mereka bertobat
dan hidup. Karena itu, mereka harus terbuka untuk belajar dari pengalaman dan terbuka untuk menerima
kasih karunia- Nya.
Sahabat, kasih karunia Tuhan
membawa kita kepada kehidupan yang baru, sehingga kita memiliki keberanian
untuk hidup jujur dan mau berjalan lurus. Jangan terpaku pada besar kecilnya dosa, tetapi sandarkanlah hidup pada kekuatan
kasih karunia Tuhan. Sejauh apa pun kita telah pergi, cinta-Nya selalu mampu
membawa kita kembali. (Wasiat)
REFLEKSI:
Di dalam Tuhan selalu ada jalan pulang, sebab Dia selalu mendambakan kita untuk hidup bersama dan di dalam Dia.