DISTRIBUTOR KASIH ALLAH

Kejadian 41:37-57


Dari tahun ke tahun, negeri kita tidak pernah sepi dari berita tentang pejabat korup yang tertangkap tangan, bahkan semakin marak dengan penyelewengan dana yang mencapai triliunan rupiah. Para analis politik memandang tindakan korup ini sebagai kompensasi biaya politik yang mahal untuk mencapai kekuasaan. Sebagian orang juga melihat bahwa kekuasaan adalah kesempatan untuk memperkaya diri sendiri, bukan untuk mendistribusikan kasih, keadilan, dan rahmat Allah.

Yusuf masih muda, berusia tiga puluh tahun, ketika ia dipercaya oleh Firaun untuk memerintah. Kekuasaan itu tidak diperoleh melalui nepotisme atau pertumpahan darah. Hikmat dari TUHANlah yang menolong Yusuf menafsirkan mimpi Firaun tentang tujuh tahun kelimpahan yang akan datang, diikuti oleh tujuh tahun kelaparan. Karena itulah, Firaun memercayakan kepada Yusuf untuk mengelola negeri Mesir. Yusuf tidak hanya membuat Mesir sejahtera, tetapi juga bangsa-bangsa lain, termasuk keturunan Yakub, tetap terpelihara.

Yusuf memberi contoh bagaimana menggunakan kekuasaan dengan hikmat dari Tuhan untuk menyalurkan kasih dan pemeliharaan-Nya bagi banyak orang. Kekuasaan dapat menjadi alat kebaikan Allah untuk memelihara umat-Nya. Hari ini kita diingatkan apabila Tuhan memercayakan kekuasaan kepada kita, di level mana pun, gunakanlah untuk menyalurkan kasih dan pemeliharaan-Nya, bukan untuk memperkaya diri sendiri. (Wasiat)


DOA: Ya Tuhan, kami berdoa untuk para pemimpin dan penguasa di negeri ini. Berilah mereka hikmat untuk menyalurkan berkat-berkat-Mu dengan adil agar negeri ini terpelihara dengan baik. Amin.

Share this Post