BEKERJA MENELADANI YESUS

Matius 4:12-23


Bagi kebanyakan orang, bekerja itu melelahkan. Bukan hanya tubuh yang letih karena beraktivitas seharian, melainkan juga pikiran dan hati turut merasa lelah. Sebab, situasi dan suasana yang kita hadapi saat bekerja tidak selalu sesuai harapan.

Ternyata, kita tidak sendirian mengalaminya. Tuhan Yesus pun beraktivitas dalam kondisi yang tidak ideal. Jarak yang jauh dan alat transportasi yang terbatas membuat-Nya lelah secara fisik. Yesus juga harus berhadapan dengan orang Farisi dan Saduki yang selalu merasa benar serta meladeni orang-orang yang suka membantah. Selain itu, Tuhan Yesus juga menyembuhkan orang-orang “dari segala penyakit dan kelemahan”. Tidak sulit membayangkan betapa lelahnya Tuhan Yesus setiap hari. Namun hebatnya, kita tidak pernah mendengar-Nya mengomel atau mengeluh. Justru yang terdengar adalah pernyataan ini: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, dan Aku pun bekerja” (bdk. Yoh. 5:17).

Tentu saja, situasi dan segala sesuatu yang kurang baik perlu diperbaiki. Kita perlu berpartisipasi dalam hal ini. Namun, belajar dari Tuhan Yesus, dalam situasi yang tidak ideal pun, Dia tetap bekerja sebaik-baiknya. Bagi-Nya, bukan karena situasinya baik maka Dia bekerja dengan baik, melainkan Dia bekerja dengan baik karena memang pekerjaan semestinya dilakukan dengan baik. Setuju, bukan? (Wasiat)

REFLEKSI: Bekerjalah sebaik-baiknya, karena itulah yang diteladankan Tuhan Yesus pada kita.

Share this Post