ENGKAU MILIK-KU DAN AKU MILIKMU
Kidung Agung 5:9 – 6:3
Tuhan tidak hanya memanggilmu untuk datang, tetapi Ia juga membentangkan tangan-Nya,
memelukmu, dan berbisik, “Engkau berharga di mata-Ku.” Pernyataan ini hendak menegaskan betapa besarnya kasih dan
kepedulian Allah kepada kita.
Kidung Agung 5:9–6:3 memperlihatkan cinta yang kuat, hangat, dan mendalam
antara sang mempelai
perempuan dan kekasihnya. Saat ia kehilangan kekasihnya, hatinya
dipenuhi kerinduan. Ia mencarinya dengan tekad yang kuat. Sang kekasih sangat
berharga bagi hidupnya. Pada akhirnya, ia menemukan kembali kekasihnya dan
dengan penuh keyakinan ia berkata: “Aku kepunyaan kekasihku, dan kekasihku
kepunyaanku.” Kisah ini merupakan gambaran
relasi kita dengan Tuhan. Dalam kehidupan, pasti ada
momen ketika kita merasa jauh dari Tuhan. Hati kita dipenuhi kegelisahan. Apakah karena Tuhan meninggalkan
kita? Tidak! Kasih Tuhan tidak pernah berubah
kepada kita. Jangan biarkan
hati kita jauh dari Tuhan.
Carilah Dia, sebab hanya di dalam-Nya kita menemukan
cinta yang benar- benar memampukan kita untuk memiliki kehidupan yang berarti
dan berharga di mata-Nya serta sesama.
Mari kita berefleksi dan mendengarkan suara lembut- Nya yang berkata kepada kita: “Engkau adalah milik- Ku, dan Aku adalah milikmu. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu.” Inilah keintiman yang Tuhan inginkan, yaitu kita sehati dengan-Nya selamanya. (Wasiat)
DOA:
Tuhan, jangan biarkan kami menjauh dari kasih-Mu. Ajar kami untuk semakin mengenal-Mu dan hidup dalam pelukan kasih-Mu. Amin.