BANGUNLAH, MARILAH!
Kidung Agung 2:8-13
Seseorang yang jatuh cinta sanggup melakukan apa saja. Melompati rintangan, melintasi jarak, hanya demi sang kekasih. Karena cinta, pemberian menjadi ringan. Di dalam cinta, pengorbanan dilakukan dengan bahagia. Begitulah gambaran kasih Allah kepada kita. Allah tidak menunggu kita datang, tetapi Dia yang aktif mengejar, bahkan melintasi segala penghalang. Kasih karunia-Nya yang ajaib menyelamatkan kita.
Kekasih yang melompati bukit sambil berseru penuh kasih adalah gambaran Allah yang bertindak. Dengan penuh kasih Allah mengejar umat-Nya dalam semangat yang lembut. Melalui terang Injil, tindakan Allah ini digenapi dalam Yesus Kristus. Dialah Sang Mempelai Ilahi yang datang mencari dan menyelamatkan umat-Nya. Yesus datang tidak dengan paksaan. Dengan kasih, Yesus melintasi “gunung dosa” dan “musim dingin keterasingan manusia”. Seolah-olah Yesus memanggil lembut: “Bangunlah, manisku, jelitaku, marilah!”
Dalam persekutuan dengan Roh Kudus, panggilan Kristus terus hidup dalam hati pengikut-Nya. Kita diundang Kristus keluar dari ketakutan, keterikatan, dan kebekuan rohani. Kita diajak melangkah menuju hidup baru yang penuh bunga kasih Tuhan. Pekalah mendengar arahan Tuhan. Jangan cepat bereaksi dengan emosi negatif. Tinggalkanlah zona nyaman, lakukan tanggung jawab dengan rendah hati. Sapalah sesama dengan tulus tanpa basa-basi. Sadari bahwa setiap hari adalah kesempatan berbahagia bersama Kristus. (Wasiat)
REFLEKSI:
Apa jawaban kita terhadap ajakan lembut dari Tuhan Yesus untuk melangkah dan berkarya bersama-Nya?