AKULAH DOMBA-NYA, ITU CUKUP BAGIKU
Mazmur 23
Domba tidak khawatir akan jalan yang ditempuhnya karena ia
percaya kepada sang gembala yang menuntun langkahnya. Ini adalah gambaran sikap
percaya domba kepada gembalanya. Domba tidak memiliki kemampuan untuk
merencanakan arah tujuan. Rasa amannya tidak ditentukan oleh jalan yang akan dilaluinya, melainkan oleh siapa yang menuntun
perjalanannya. Domba tidak perlu tahu
jalan; ia hanya perlu tahu siapa yang memimpin jalannya dan berjalan bersamanya.
Keindahan Mazmur 23 tidak
hanya terletak pada pernyataan bahwa TUHAN adalah Gembala yang baik, melainkan
juga pada sikap domba, yaitu umat-Nya, di hadapan gembalanya. Sikap domba yang
baik adalah sebagai berikut. Pertama, mengakui kebergantungannya kepada TUHAN (ayat 1–2). Domba tidak bisa hidup mandiri;
ia membutuhkan gembala
untuk menemukan padang rumput
dan sumber air. Kedua, ketaatan
yang penuh kepercayaan (ayat 3–4). Domba yang baik selalu bersedia dipimpin
dan diarahkan gembala. Ketika melewati lembah
kekelaman, ia tetap tenang karena percaya
gembala hadir baginya. Ketiga,
bersyukur atas kebaikan
dan kasih Sang Gembala (ayat 5–6). Domba
yang baik selalu mengingat kasih dan kebaikan gembalanya serta hidup dalam ucapan syukur, bukan dalam kekhawatiran.
Bagaimana dengan kita? Jika Tuhan adalah Gembala yang baik bagi kita, dapatkah
kita juga berkata:
“Akulah domba yang baik” bagi
Tuhan? (Wasiat)
DOA:
Tuhan, jadikan kami selalu taat dan setia dalam mengikut jalan-Mu, seperti domba yang setia mendengarkan tuntunan gembalanya. Amin.