MENCLA-MENCLE
Matius 16:21-28
“Mencla-mencle” adalah istilah dalam bahasa Jawa yang berarti “tidak konsisten”. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang perkataannya tidak dapat dipegang. Hari ini ia berkata A, besok berkata B, dan lusa mengatakan hal yang berbeda lagi. Ketidakkonsistenan seseorang tentu memiliki penyebab. Salah satunya adalah pertimbangan mengenai apa yang menguntungkan bagi dirinya sendiri.
Yesus pernah bertanya kepada Petrus tentang siapa diri-Nya. Pada waktu itu, Petrus menjawab, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Yesus membenarkan jawaban Petrus sambil menegaskan bahwa pengakuan tersebut berasal dari Allah sendiri (Mat. 16:17). Namun, ketika Yesus menjelaskan bahwa Mesias harus menderita, Petrus justru bereaksi berbeda. Ia menarik Yesus ke samping dan menegur-Nya, sambil mengatakan bahwa penderitaan itu sekali-kali tidak akan menimpa Yesus. Atas sikap tersebut, Yesus memberikan peringatan keras kepada Petrus dan memintanya untuk berdiri di belakang-Nya. Petrus menunjukkan sikap yang tidak konsisten karena ia lebih memikirkan apa yang menguntungkan dirinya sendiri. Ia menginginkan Yesus sebagai Mesias menurut versinya: seorang penakluk dan penguasa baru. Dengan demikian, ia berharap memperoleh keuntungan dari harapannya tersebut. Ketika kepentingan atau keuntungan pribadi menjadi tujuan utama, hal itu akan tecermin dalam perkataan dan sikap kita yang mencla-mencle. (Wasiat)
DOA: Ya Tuhan, tolonglah kami untuk dapat memahami dan melakukan kehendak-Mu dengan konsisten. Amin.