JANGAN BERHENTI
Keluaran 5:1- 6:13
Dalam kehidupan, sering kali kita berjumpa dengan keadaan yang membuat kita malas berbicara. Kita malas mengingatkan atau menegur karena merasa percuma. Kita mungkin juga sering menghadapi situasi ketika suara atau pendapat kita tidak didengar.
Musa mengalami bagaimana TUHAN menyuruhnya berbicara kepada Firaun dan bangsa Israel, tetapi ia merasa percuma. Musa merasa bangsa Israel maupun Firaun tidak akan mendengarkannya. Bangsa Israel tidak selalu mendengarkan Musa. Firaun bahkan berulang kali mengeraskan hati dan tidak mau mendengarkan Musa. Namun, menariknya, Musa tetap berbicara sesuai dengan apa yang diperintahkan TUHAN.
Kita memang tidak selalu bisa mengubah seseorang. Namun, bukan berarti kita menjadi orang yang tidak mau menyampaikan apa yang seharusnya kita sampaikan. Jika nasihat kita tidak diterima atau tidak dipedulikan, jangan berhenti. Teruslah menyampaikan apa yang harus kita sampaikan, jika memang itu menjadi tanggung jawab kita. Kita tidak pernah tahu kapan seseorang akan menjadi lembut hatinya. Seorang tukang batu pernah putus asa karena batu yang dipukulnya tidak kunjung hancur. Namun, ia terus memukulkan kapaknya dengan harapan, siapa tahu pukulan berikutnya adalah yang terakhir dan batu itu akan pecah. Jangan putus asa menyampaikan apa yang harus kita sampaikan, karena siapa tahu kali ini ia tidak lagi mengeraskan hatinya. (Wasiat)
REFLEKSI:
Jangan berhenti untuk menasihati atau menegur sekalipun terlihat seperti tidak diindahkan.