MENCONDONGKAN HATI KEPADA FIRMAN

Mazmur 119:105-112


Pernahkah Saudara tersesat dalam kegelapan total? Mungkin saat listrik padam pada malam hari, atau ketika harus berjalan di jalan yang asing tanpa penerangan sedikit pun. Perasaan cemas dan tidak tahu arah tentu sangat tidak nyaman. Secara naluriah, kita akan mencari sumber cahaya karena kita membutuhkan panduan untuk melangkah. Kita ada di mana dan mau ke mana? Demikian pula dalam perjalanan hidup. Kita tidak ingin tersesat dan mengambil keputusan tanpa dasar yang kokoh. Kita membutuhkan kekuatan yang memberi pengharapan sejati dalam menghadapi berbagai masalah.

Allah tidak membiarkan manusia berjalan dalam kegelapan. Pemazmur menyatakan bahwa firman Allah adalah terang yang menuntun langkah hidup. Sebagai pengikut Kristus, kita memahami bahwa firman Allah telah menjadi manusia (Yohanes 1:14). Kristus adalah terang sejati yang mengalahkan kegelapan dunia. Melalui pertolongan Roh Kudus, firman Allah tidak hanya dibaca, tetapi juga dihayati. Hikmat-Nya disimpan dalam hati, dihidupi, dan menjadi kekuatan dalam menghadapi penderitaan serta godaan.

Firman Allah dikaruniakan kepada kita bukan sekadar untuk menambah pengetahuan, melainkan untuk memperbarui kehidupan. Dalam mengambil keputusan dan bertindak, firman Allah menuntun kita kepada kebenaran dan kebaikan yang sesuai dengan kehendak-Nya. Marilah, menjadikan firman Tuhan sebagai pelita yang menerangi setiap langkah kita. (Wasiat)

REFLEKSI:
Apa bukti nyata bahwa kita telah mencondongkan hati kepada firman Allah yang menuntun kehidupan?

Share this Post