BELAJAR SEJARAH
Mazmur 105:1-6, 16-22, 45b
Selain Matematika, Sejarah merupakan mata pelajaran yang sering dikeluhkan oleh sebagian murid-murid sekolah. Bisa jadi, metode dan penyampaian materi yang terkesan hafalan tahun peristiwa dan pelaku sejarah terasa monoton dan membosan sehingga tidak disukai. Padahal, belajar sejarah membuat kita memahami peristiwa masa lalu hingga terbentuknya sebuah tatanan sosial dan masyarakat dunia seperti sekarang ini. Pemazmur dapat beriman kepada Allah, bersyukur dan menyerukan nama-Nya kepada bangsa-bangsa karena ia belajar dari sejarah. Ia memahami perbuatan-perbuatan Allah di masa lampau dan menjadikannya sebagai acuan untuk hidup di masa kini dan mendatang.
Pemazmur tidak mudah mengeluh dan mempertanyakan pertolongan TUHAN ketika menghadapi kesulitan dan tantangan hidup yang berat. Kali ini ia belajar dari Yusuf. Yusuf pernah menjadi budak dari seorang bangsawan di Mesir karena dijual oleh saudara-saudaranya. Namun, dengan jalan itu TUHAN memakainya sebagai cara untuk menyiapkan sebuah bangsa yang besar.
Kesulitan dan penderitaan bisa menghampiri kita kapan saja. Pada waktu mengalaminya, kita merasa sangat sesak. Namun, jangan terpaku pada derita. Mari belajar dari masa lalu. Lihatlah bahwa Tuhan telah berulang kali menolong kita. Ia dapat mengubah air mata menjadi tarian. Ia dapat mengubah kesulitan saat ini menjadi sukacita di masa mendatang! (Wasiat)
DOA: Ya Tuhan, kami bersyukur atas perbuatan-perbuatan ajaib yang Engkau lakukan. Jadikanlah ini pedoman pengharapan untuk kami melangkah ke depan. Amin.