PERJUMPAAN ALLAH DAN MANUSIA

Keluaran 19:19b-25


Kita mengenal ungkapan “bertepuk sebelah tangan”. Biasanya, ungkapan ini digunakan untuk menggambarkan cinta yang tak berbalas. Namun, sebenarnya ungkapan tersebut juga dapat digunakan untuk hal-hal lain. Segala sesuatu yang baik tetapi tidak direspons secara sepadan dapat digambarkan dengan ungkapan ini.

Perjumpaan Allah dengan Musa digambarkan dengan sangat indah dalam bacaan kita. Allah berkenan turun ke gunung dan mengundang Musa untuk naik ke sana. Perjumpaan itu menjadi gambaran mengenai proses keselamatan yang dikerjakan Allah bagi manusia, serta bagaimana seharusnya manusia meresponsnya. Allah yang Mahasempurna berkenan menyatakan diri-Nya kepada manusia yang berdosa dan terbatas. Tindakan tersebut merupakan wujud kesediaan-Nya untuk merendahkan diri demi manusia. Musa diundang untuk naik ke atas gunung guna menyambut perjumpaan itu. Ini merupakan gambaran mengenai manusia yang menanggapi undangan Allah dengan ketaatan. Hal ini juga menggambarkan perubahan kualitas hidup ke arah yang lebih baik, yang diukur melalui ketaatan dan kekudusan.

Allah di dalam Yesus telah turun menjadi manusia untuk menyelamatkan kita dari kebinasaan dan kehampaan hidup. Marilah kita menyambut-Nya dengan bertekad untuk hidup secara baru. Hidup yang kudus dan taat merupakan ukuran untuk menilai peningkatan kualitas kehidupan kita. Kiranya kasih Allah tidak pernah bertepuk sebelah tangan. (Wasiat)

DOA: Kami ingin selalu merespons undangan-Mu, ya Allah, supaya

Share this Post