BAIK-BAIK SAJA?

2 Raja-raja 4:18-37


Apa kabar? “Oh, saya baik-baik saja.” Walaupun terkadang hidup kita sedang tidak baik-baik saja, ketika ditanya kabar, kita sering spontan berujar, “Saya baik-baik saja.” Apakah ini sekadar ungkapan basa-basi? Ataukah dalam ucapan itu terselip keyakinan dan harapan akan kehidupan yang lebih baik?

Menarik membaca kisah perempuan Sunem ketika ia berjumpa dengan Elisa. Melalui pelayanan kasih yang diberikan kepada Elisa, Allah menganugerahkan seorang anak kepadanya di masa tuanya. Hal yang sulit dibayangkan. Sayangnya, anak itu kemudian meninggal, dan perempuan Sunem datang kepada Elisa untuk menyampaikan berita itu. Ketika Elisa menanyakan kabar perempuan Sunem dan keluarganya melalui bujangnya, ia menjawab bahwa semuanya baik-baik saja. Padahal, tidak demikian. Mengapa? Sebab ada keyakinan kuat bahwa melalui Elisa, Allah akan melakukan sesuatu yang tak terduga, sama seperti ketika pertama kali ia berjumpa dengan Elisa. Dan benar, Allah menghidupkan kembali anak itu.

Perempuan Sunem tersebut memiliki keyakinan dan harapan yang kuat akan kehidupan. Ketika hidupnya diperhadapkan dengan kenyataan yang tidak baik-baik saja, ia yakin semuanya akan membaik lagi. Kita pun tentu memiliki pengalaman serupa. Karena itu, saat ditanya kabar, kita dapat menjawab baik-baik saja. Bukan sekadar basa-basi, melainkan cerminan iman dan harapan. (Wasiat)

 

REFLEKSI:
Baik-baik saja? Ya, semua pasti akan baik-baik saja. Sebab Tuhan selalu bekerja untuk mendatangkan kebaikan dalam segala sesuatu.

Share this Post