CERITAKAN SIAPA ALLAH

Mazmur 78:1-7


Dalam pidatonya pada 17 Agustus 1966, Presiden Soekarno melontarkan akronim yang menarik, yaitu “Jas Merah”, yang berarti “Jangan sekali-kali melupakan sejarah”. Semboyan ini disampaikan Presiden Soekarno untuk mengingatkan bangsa Indonesia, khususnya generasi muda, agar tidak melupakan sejarah perjuangan para pahlawan demi kemerdekaan Indonesia.

Pemazmur memulai nyanyian pengajarannya dalam Mazmur 78 dengan ajakan untuk memasang telinga terhadap pengajarannya tentang kisah zaman purbakala yang didengarnya dari nenek moyangnya. Karya TUHAN yang ajaib, yang telah dilakukan-Nya dengan membebaskan bangsa Israel dari Mesir hingga Taurat diturunkan melalui Musa, tidak boleh dilupakan. TUHAN memerintahkan agar umat-Nya mengajarkan dan meneruskan kisah tentang karya Allah yang ajaib kepada anak-anak mereka, dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Generasi muda adalah generasi penerus yang harus memiliki fondasi iman yang kuat bahwa Allah yang mereka percayai adalah Allah yang mampu melakukan perkara-perkara ajaib pada masa depan. Pengalaman penyertaan Allah dalam kehidupan pribadi dan keluarga perlu diceritakan serta diteruskan secara berulang-ulang kepada anak cucu kita dalam setiap kesempatan. Orang tua perlu berkomitmen untuk meluangkan waktu guna menceritakan bagaimana Tuhan telah berkarya secara nyata. Harapannya, generasi berikutnya mengenal Tuhan yang dapat diandalkan. (Wasiat)

REFLEKSI: Kisah tentang penyertaan Allah dalam hidup harus

Share this Post