SIAP SEDIA, JANGAN LENGAH

Matius 25:1-13


Saat seorang istri mengandung dan usia kandungannya sudah memasuki sembilan bulan, biasanya para suami akan lebih bersiaga. Mereka harus siap sedia menolong dan membawa istrinya ke fasilitas persalinan jika sewaktu-waktu istrinya akan melahirkan.

Pekerjaan menantikan sesuatu, seperti kelahiran bayi atau kedatangan tamu dari jauh, memang tidak selalu menyenangkan karena kita tidak dapat memperkirakan waktunya dengan tepat. Demikian pula dengan sepuluh gadis dalam perumpamaan yang kita baca. Mereka bertugas menyambut mempelai laki-laki. Karena mempelai itu lama tidak datang, mereka pun tertidur. Sebutan gadis bijaksana diberikan kepada mereka yang bersiap menyambut sang mempelai dengan pelita yang tetap menyala karena membawa persediaan minyak. Sebaliknya, sebutan gadis bodoh diberikan kepada mereka yang tidak siap sedia menyediakan minyak untuk pelitanya. Mereka terlambat karena harus mencari minyak dan tidak diberi kesempatan lagi.

Sikap siaga dalam menantikan kedatangan Tuhan dituntut dari setiap orang yang ingin menyambut Dia. Minyak yang cukup dibutuhkan supaya pelita tetap menyala. Demikian juga, setiap orang percaya perlu memancarkan terang Tuhan dengan dasar iman dan kebenaran yang dijaga serta dihidupi setiap saat. Karena itu, kita perlu senantiasa siap sedia memelihara terang iman sebab kita tidak ingin ketinggalan menyambut Tuhan yang datang. (Wasiat)

REFLEKSI: Jadilah seperti gadis yang bijaksana, yang siap sedia menjaga pelitanya tetap menyala menyambut kedatangan sang mempelai.

Share this Post