INGATAN YANG MENYEMBUHKAN

Mazmur 143


Mengingat bukan sekadar momen nostalgia. Mengingat dapat menjadi momen yang menyembuhkan, apalagi ketika perjalanan hidup bertabur duri. Mengingat saat- saat itu tentu menimbulkan rasa sakit. Namun, dengan mengingat, sesungguhnya kita sedang berproses untuk menyembuhkan luka dalam berelasi.

Daud, dalam mazmurnya, memanggil kembali ingatannya kepada Allah. Sebagai manusia, Daud tidak luput dari kekurangan dan kesalahan. Namun, ia mengenang bagaimana TUHAN mengangkat dirinya. Dia yang tak diperhitungkan justru dinobatkan sebagai raja. Ia jatuh dalam dosa, tetapi Allah mengampuni dan meluputkannya. Hari-harinya di masa lampau sarat dengan kasih setia TUHAN. Dengan mengingat itu, Daud memiliki kekuatan dan pengharapan di masa kini. Allah yang sama pasti akan menolongnya. Allah akan meluputkannya dari musuh-musuh. Ia lelah, tetapi dengan mengingat karya TUHAN di masa lalu, ia dapat bangkit dan terus bergiat.

Saat ini, kita mungkin sedang menghadapi pergumulan. Kita barangkali sedang tidak baik-baik saja. Ada luka dalam berelasi, dan mengingat pengalaman itu bisa membuat kita merasa sakit kembali. Akan tetapi, kita masih ada sampai detik ini. Mengapa? Sebab kita tidak sendiri. Allah hadir dan terus bekerja. Ia menopang kita di masa lalu, masa kini, dan masa depan. Cobalah mengingat kasih setia-Nya. Kita tidak hanya akan sembuh, tetapi juga akan mampu bersyukur. (Wasiat)

 

REFLEKSI:
Ingatan akan kasih setia Tuhan menjadi obat yang manjur, sanggup memulihkan luka dan rasa sakit yang terjadi dalam hidup sehari-hari.

Share this Post