TETAP TEKUN DAN BERHIKMAT
Kejadian 30:37-43
Malam itu, di sudut kafe yang ramai, David menatap layar laptopnya dengan frustrasi. Ia baru saja mengetahui bahwa ide proyeknya kembali ditolak mentah-mentah oleh klien besar. Rasanya semua usahanya sia-sia. Bayangan kerugian tampak di depan mata. Ia teringat betul bagaimana ia telah bekerja keras, bahkan lembur. Perasaan pahit mulai merayap, mempertanyakan apakah dirinya cukup baik. Namun, di tengah keputusasaan itu, ada suara kecil di benaknya yang berbisik, “Apakah ini akhirnya? Atau hanya permulaan dari cara baru?”
Yakub sebelumnya ditipu oleh Laban, tetapi ia tidak putus asa. Dengan akal budi dan hikmat, ia berusaha meningkatkan hasil ternaknya. Tindakan Yakub mungkin terdengar aneh menurut ilmu genetika modern, tetapi di sini kita melihat berkat Allah bekerja secara kreatif dan ajaib. Allah memelihara Yakub agar bangkit dari keterpurukan, menganugerahi ketekunan dan kesabaran, sehingga pemulihan hidup terjadi. Penyertaan Allah membuat Yakub dan keluarganya terpelihara dengan kecukupan.
Kita semua dianugerahi talenta dan keahlian unik. Setiap pekerjaan memiliki hambatan dan tantangan. Namun, dalam kesabaran dan ketekunan, Allah menganugerahi hikmat. Jangan bereaksi negatif saat menghadapi kendala. Tetap giat bekerja dan temukan potensi yang dicerahkan oleh hikmat. Allah sanggup memberi pertumbuhan dan berkat dengan cara-Nya. (Wasiat)
REFLEKSI:
Apakah kita sudah mengelola keahlian kita dengan tekun sehingga menemukan ragam potensi kebaikan dalam pekerjaan?