SIKAP TERHADAP KEBENARAN
Markus 9:9-13
Bagaimana kita memperlakukan orang lain, dengan cara yang baik maupun buruk, tidak terlepas dari pandangan dan penilaian kita terhadap orang tersebut.
Para ahli Taurat percaya bahwa Elia akan datang menjelang kedatangan Mesias, dan kepercayaan itu diwujudkan melalui kehadiran Yohanes Pembaptis. Namun, Yohanes Pembaptis justru diperlakukan tidak sebagaimana mestinya. Ia menyatakan kebenaran, tetapi justru karena itulah ia harus membayar dengan nyawanya. Perlakuan terhadap orang benar sering kali sangat menyedihkan karena mereka menyatakan kebenaran, sedangkan kebenaran kerap kali tidak sesuai dengan keinginan banyak orang. Kebenaran dapat sangat mengganggu dan membangkitkan amarah karena kebenaran melucuti segala dosa, kemunafikan, dan kejahatan. Itulah yang dilakukan oleh Yohanes, sehingga ia menerima perlakuan yang sangat jahat.
Di hadapan firman ini, kita diajak untuk merenungkan dua posisi yang berbeda. Pertama, apakah kita adalah orang yang berani menyatakan kebenaran, sekalipun kita sadar akan risikonya? Kita dipanggil untuk tetap berani menyatakan kebenaran, tentu dengan cara yang sebijak mungkin, tanpa mengkhianati pesan kebenaran yang harus disampaikan. Kedua, kita juga dipanggil untuk membuka diri terhadap suara kebenaran, termasuk jika kebenaran itu menyinggung atau mengenai diri kita. Siapa pun yang menyampaikannya, pandanglah ia sebagai utusan Tuhan yang berbicara kepada kita. (Wasiat)
DOA: Tuhan, ajar kami untuk selalu menyambut suara kebenaran dengan penuh sukacita. Amin.