CAKRAWALA KEBANGKITAN
Matius 22:23-33
Kebangkitan Kristus adalah hal yang sangat fundamental dalam iman Kristen.
Keyakinan tersebut memiliki cakrawala
yang luas, seluas kehidupan itu sendiri. Karya Allah inilah yang membuat
kekristenan bertahan dan kehidupan terus berlangsung dengan segala
dinamikanya.
Orang Saduki adalah kelompok
orang Yahudi yang tidak percaya akan kebangkitan. Mereka kemudian
mengemukakan contoh yang tampak logis mengenai
kebangkitan. Ada seorang perempuan yang bersuami lebih dari satu.
Setelah bangkit, siapakah
yang akan menjadi suaminya? Yesus menjawab mereka
dengan koreksi yang tegas. Perkara kebangkitan bukan soal kawin-mengawin.
Kebangkitan adalah soal “surgawi,” yakni bagaimana orang hidup dalam rancangan Allah. Allah yang disembah
sejak nenek moyang Israel adalah Allah orang hidup.
Karena itu, hidup sejak di dunia ini harus selaras dengan kehendak Allah, bukan
dengan adat istiadat yang keliru hingga akhirnya mengacaukan cara berpikir dan
perilaku. Kebangkitan adalah karya Allah yang membawa
manusia kembali kepada rancangan-Nya. Oleh karena
itu, tidak ada satu inci pun kehidupan
kita yang tidak dipengaruhi oleh cakrawala kebangkitan. Allah menghendaki agar setiap usaha dan karya diilhami serta
dinafasi oleh semangat kebangkitan dan rancangan Allah di dalam Kristus,
sehingga kita tidak terjebak pada masa kini,
tetapi terbuka bagi masa depan
yang sedang datang. (Wasiat)
REFLEKSI:
Kebangkitan adalah cakrawala yang Allah karuniakan dalam Kristus agar manusia melihat hidup dan terus berpengharapan di masa kini.