BAHAGIA KARENA MENEMUKAN MAKNA

Matius 13:10-17


Budi termenung. Langit senja seolah melukiskan kerinduan dalam hatinya. Ia sering merasa ada sesuatu yang lebih besar di balik hiruk-pikuk keseharian. Sebuah kebenaran yang terasa samar, tetapi begitu memikat. Budi telah membaca banyak buku dan mendengarkan berbagai ceramah. Namun, rasa hampa itu tetap ada. Ia ingin memahami rahasia tersembunyi yang tak terjangkau akal semata. Siapa yang akan menunjukkan kepadanya jalan menuju pemahaman yang sejati?

Allah melalui Yesus Kristus membuka rahasia Kerajaan Surga. Mereka yang mau mendengar akan menerima. Yesus menggunakan perumpamaan bukan untuk menyembunyikan kebenaran. Yesus menguji kesiapan hati orang-orang yang sungguh ingin mengenal Allah. Murid-murid disebut berbahagia karena mereka mendengar dengan hati yang diterangi kasih karunia. Mereka bukan sekadar menonton, tetapi bersedia menerima dan melakukan apa yang disabdakan.

Anugerah untuk melihat dan mendengar tentang Kerajaan Surga diberikan kepada orang yang rendah hati. Jangan biarkan firman yang disabdakan lewat begitu saja. Sambutlah dengan hati yang bersedia diubahkan. Peliharalah mata dan telinga rohani untuk melekat pada firman Allah. Mulailah dengan kerendahan hati. Tetaplah memohon dan bersedia dipimpin oleh Roh Kudus dalam memahami jalan Tuhan. Kita pasti berbahagia ketika dimampukan melihat dan mendengar kebenaran yang dinyatakan Kristus. (Wasiat)

REFLEKSI:
Apa kita cukup rendah hati untuk dimampukan menemukan makna berharga dalam setiap firman yang disabdakan?

Share this Post